Setup Graphify untuk Antigravity IDE

·

Apa itu Graphify?

Graphify membuat knowledge graph dari source code project sehingga AI Agent tidak perlu “buta” ketika mengerjakan project.

Tanpa Graphify, AI biasanya harus mencari dan membaca banyak file untuk memahami struktur project.

Dengan Graphify, AI sudah mengetahui:

  • struktur project
  • hubungan antar module
  • import
  • class
  • function
  • dependency
  • call graph

Sehingga AI cukup membuka file-file yang relevan ketika diminta membuat fitur atau memperbaiki bug.

Catatan penting: Graphify tidak menggantikan source code. AI tetap akan membuka file yang ingin diedit. Yang berubah adalah AI tidak perlu membaca keseluruhan project terlebih dahulu.


Instalasi (Sekali per Komputer)

Install menggunakan uv:

uv tool install graphifyy

Perhatikan bahwa package di PyPI bernama graphifyy (double y).

Namun executable yang digunakan adalah:

graphify

Bukan:

graphifyy

Jika command graphify tidak ditemukan, kemungkinan PATH uv belum dikonfigurasi dengan benar.

Cek instalasi:

uv tool list

Output yang benar kira-kira seperti ini:

graphifyy v0.x.x
- graphify
- graphify-mcp

Instalasi ke Antigravity IDE

Ada dua pilihan.

1. Global Install

graphify antigravity install

Konfigurasi dipasang ke Antigravity secara global.

Semua repository di komputer tersebut otomatis bisa menggunakan Graphify.

Kelebihan

  • Install sekali.
  • Praktis.
  • Tidak membuat file tambahan di repository.

Kekurangan

Jika pindah komputer, harus install lagi.


2. Project Install (Direkomendasikan)

cd nama-project

graphify antigravity install --project

Graphify akan membuat folder:

.agents/

yang berisi konfigurasi seperti:

.agents/
├── rules/
├── skills/
└── workflows/

Konfigurasi ini bisa di-commit ke Git.

Kelebihan

  • Repository bersifat self-contained.
  • Konfigurasi ikut ketika clone di komputer lain.
  • Semua device menggunakan konfigurasi yang sama.
  • Cocok jika sering pindah Mac mini ↔ MacBook Pro.
  • Cocok untuk kerja tim.

Kekurangan

Folder .agents menjadi bagian dari repository.


Best Practice yang Saya Pilih

Karena saya sering berpindah device, saya memilih:

graphify antigravity install --project

Lalu:

git add .agents
git commit -m "Add Graphify configuration"

Dengan demikian ketika repository di-clone ke MacBook Pro, konfigurasi Graphify langsung tersedia.

Yang tetap perlu dilakukan di komputer baru hanyalah menginstal Graphify:

uv tool install graphifyy

Workflow Saat Memulai Project Baru

Misalkan project Python.

Masuk ke root project:

cd ~/Projects/my-python-project

Jika belum pernah memasang Graphify pada repository tersebut:

graphify antigravity install --project

Restart Antigravity IDE (jika diperlukan).

Kemudian jalankan di chat Antigravity:

/graphify .

Graphify akan membuat knowledge graph.

Biasanya hasilnya tersimpan pada folder seperti:

graphify-out/

Kapan Menjalankan /graphify . Lagi?

Tidak perlu setiap selesai menyimpan file.

Cukup ketika terjadi perubahan besar, misalnya:

  • menambah banyak file
  • membuat module baru
  • refactor besar
  • memindahkan folder
  • selesai melakukan git pull dengan perubahan signifikan

Kalau hanya memperbaiki satu bug atau mengedit beberapa fungsi, biasanya tidak perlu membuat graph ulang.


Setelah Graph Dibuat

Saya bisa langsung meminta AI seperti:

  • Tambahkan fitur baru.
  • Perbaiki bug.
  • Refactor service.
  • Jelaskan arsitektur project.
  • Cari semua pemanggil suatu function.
  • Tambahkan endpoint mengikuti pola project.

AI akan menggunakan knowledge graph untuk menentukan file mana yang perlu dibuka.


Apakah AI Tidak Membaca Source Code Lagi?

Tetap membaca.

Graphify bukan pengganti source code.

Misalnya AI mengetahui:

UserService
 └── create_user()

Ketika diminta mengubah fungsi tersebut, AI tetap membuka file UserService.

Perbedaannya adalah AI tidak perlu membaca ratusan file terlebih dahulu hanya untuk menemukan lokasi fungsi tersebut.


Analogi

Tanpa Graphify:

AI seperti orang yang baru turun di kota asing tanpa Google Maps.

Dengan Graphify:

AI sudah memiliki Google Maps.

Ia tahu jalan menuju tujuan, tetapi tetap harus masuk ke rumah yang ingin diperbaiki.


Workflow Harian

  1. Buka repository.
  2. Pastikan graph masih relevan.
  3. Jika project berubah besar, jalankan:
/graphify .
  1. Minta AI mengerjakan fitur atau bug.

Pindah ke Komputer Baru

Misalnya dari Mac mini ke MacBook Pro.

Langkah pertama

Install Graphify:

uv tool install graphifyy

Clone repository

git clone ...

Karena folder .agents sudah ikut di repository, tidak perlu menjalankan:

graphify antigravity install --project

lagi (kecuali folder tersebut memang tidak ikut di-commit).

Buka repository

Buka project di Antigravity.

Bangun graph

Jalankan:

/graphify .

Selesai.


Ringkasan

Sekali per komputer

uv tool install graphifyy

Sekali per repository

graphify antigravity install --project

Commit konfigurasi:

git add .agents
git commit -m "Add Graphify configuration"

Saat mulai bekerja

/graphify .

Saat ada perubahan besar

/graphify .

lagi untuk memperbarui knowledge graph.


Kesimpulan

Untuk penggunaan pribadi yang sering berpindah perangkat, pendekatan project-scoped (graphify antigravity install --project) adalah pilihan yang paling nyaman. Konfigurasi Graphify menjadi bagian dari repository sehingga pengalaman menggunakan AI tetap konsisten di semua device. Yang perlu diingat, Graphify membantu AI memahami struktur proyek dengan cepat, tetapi AI tetap akan membaca file yang relevan saat melakukan perubahan kode.